Sustainable Fashion atau Fashion yang ramah lingkungan sedang menjadi tren di antara fashion designer dan merek merek ternama. Tapi apasih yang di maksud dengan Sustainable Fashion itu?

Apakah anda pernah berpikir atau membayangkan proses terbuatnya sebuah pakaian yang anda kenakan sekarang, atau barang apapun yang anda kenakan agar terlihat lebih kece? Mungkin tidak semua orang akan berfikit sejauh itu, kebanyakan hanya melihat barang, merasakan bahan dan langsung membelinya tanpa harus berfikir panjang; bagaimana sih proses sebenarnya.

Namun tahukah anda jikalau apapun yang di pakai oleh anda merupakan sebagain kecil produk fashion diantara trilyunan atau milyaran barang yang menyumbangkan pemanasan global yang sekarang lebih parah, dan juga merupakan salah satu yang berkontibusi dalam perusakan lingkungan di sekitar anda.

Seperti yang di sampaikan oleh Kementrian Preindustrian Republik Indonesia, barang barang atau industri fashion merupakan penyumbang, pemasok emisi gas rumah kaca terbesar setelah industri semen juga logam baja.

Yuk kita bedah mengapa industri fashion adalah salah satu indusrti yang sangat berbahaya untuk alam kita.

1. Pemborosan Energi

Anda tentunya pernah liat (meskioun di tv) bagaimana pabrik pabrik konveksi membuat sebuah baju? Mesin yang di gunakan oleh pabrik pabrik ini sangatlah memakan daya listrik yang sangat besar, belum lagi pabrik konveksi ini membutuhkan energi yang besar lainnya yaitu air. Mengapa air? Point ke dua akan membahasnya.

2. Polusi Air

Air merupakan sumber dari segala kehidupan, tubuh manusia pun 80% terdiri dari air. Nah jika air yang kita ataupun hewan konsumsi tercemar justru akan menimbulakn efek yang negative. Pabrik fashion ini menggunakan banyak sekali kimia untuk memproses bahan mereka, tujuannya diantara untuk mencuci maupun pemberian warna. Bicara pemberian warna, BPOM juga melarang pewarna tekstil untuk di konsumsi karena pewarna tekstil dapat mengakibatkan penyakit, kanker salah satunya.

3. Latah Gaya

Di karenakan perkembangan dunia fashion yang sangat cepat maka tren pun berubah sangat cepat. Secara otomatis kita akan selalu di jajakan dan di manjakan oleh barang barang fashion baru, sedangkan barang yang belum lama keluar menjadi barang yang tidak laku dan mengendap (makanya kita sering adanya midnight sales di mall). Akibatnya adalah pabrik pabrik produk fashion bekerja lebih lama dan jauh lebih ceoat, menggunakan energi yang lebih banyak dan konsumsi penggunaan zat kimia yang berjumlah sangat besar. Tentu ini akan menjadi malapetaka bagi kita semua.

Sebuah Film berjudul “The True Cost” hasil karya Jurnalis Lucy Siegel, hasil research dia menyatakan bahwa; Konsumen sekarang memiliki nafsu untuk memiliki barang yang hanya cukup terlihat bagus tapi faktor yang terpenting adalah harga yang murah.

Kebiasan atau oemikiran konsumen ini dia percaya akan membawa kita menuju global warming yang lebih cepa, Lucy Siegel juga berpendapat bahwa pentingnya edukasi kepada konsumen mengenai cerita dibalik pembuatan barang barang fashion dan dampak nya terhadap lingkungan.

Peluang Industri Fashion Di Indonesia

TuTu and Co. sangatlah peduli dengan lingkungan, banyak dari customer kami yang menjadi bagian dari kami untuk sharing mengenai fashion yang ramah lingkungan terutama bagaimana peluang di Indonesia sendiri untuk menjadi contoh untuk negara lain.

1. Daur Ulang

Bahan daur ulang sangatlah gampang di acuhkan dan tidak sepenuhnya di lirik olek konsumen lokal. Seringkan liat di tv kalau si “A” membuat ini dari bahan daur ulang “ini”, memang sangat bagus terlihat saat di tv, namun mereka seperti kami membutuhkan support yang luar biasa besar dari konsumen lokal untuk melatih keterampilan kita membuat sesuatu yang jauh lebih baik lagi.

Banyak bahan daur ulang yang sangat bisa di manfaatkan, seperti ban bekas, sandal “terkenal” itu bekas, olahan surat kabar lama, olahan kayu lama, dsb. Bahan tersebut dapat menekan biaya produksi, hasilnya juga akan lebih memiliki value.

2. Handmade

Terus alatnya gimana? Untuk awal yang di butuhkan hanya kedua tangan kita dan kreativitas kita saja (tentu alat perkakas yah) untuk membuat sesuatu yang unik dari bahan daur ulang yang kita dapatkan. Apakah mempengaruhi hasil? Saat pertama pasti tidak sebagus hasil olahan mesin, namun jika sudah cukup trampil maka barangnya akan lebih berharga.

3.Pasar Luar

Janganlah terpaku oleh konsumen lokal untuk membuat produk fashion yanr ramah lingkungan. Dari hasil sharing kami bersama pengrajin pengrajin, justru konsumen luar negeri lah yang banyak memberikan apresiasi lebih untuk hasil karya handmade. TAPI, tidak semua konsumen lokal begitu loh yah, sepengalaman kami BANYAK konsumen lokal yang sangat tertarik dan support oleh produk olahan yang “made in Indonesia”.

Jadi sayangilah bumi kita, so next time jadilah pembeli yang lebih sigap dengan mengetahui bahan yang di pakai, dan prosesnya. Masa sih tidak peduli dengan Bumi kita yang semakin tua ini.

Salam hangat dari kami. 😀

Comments (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *